MAKALAH
Tentang
“PENDIDIKAN KARAKTER YANG BAIK”
Di susun untuk
memenuhi salah satu tugas B.Indonesia

Oleh :
·
Amelia Fitri
Sondari
·
Chintia Dwi
Anggraeni
·
Deva Resna
·
Ihsan Kamil
·
Sugih Bachtiar
·
Wanda Nusaibah
Febrianti
SMP PLUS AL-KAUTSAR
PESANTREN PERSATUAN ISLAM 181
CIMAUNG
-2018-
Kata pengantar
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji
serta syukur kita kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan karunia-Nya
kita dapat menyusun karya tulis ini hingga sedemikian rupa. Saya ucapkan terima
kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja sama semaksimal mungkin untuk
memenuhi tugas tersebut. Tidak lupa pula berterima kasih kepada guru pembimbing
yaitu guru mata pelajaran yang telah bersedia untuk membimbing dalam proses
penyusunan karya tulis.
Sempat
terjadi beberapa hambatan dalam penyusunan karya tulis kami tetapi
Alhamdulillah kami dapat menyelesaikannya dengan mengikuti prosedur-prosedur
dari guru pembimbing.
Kami
harap dapat memberi guna dan manfaatnya, khususnya bagi kami dan umumnya bagi
pembaca. Kami menyadari bahwa karya tulis kami masih banyak kekurangan karena
kami masih dalam proses pembelajaran. Untuk itu, kritik dan sarannya sangat
kami perlukan untuk meningkatkan kualitas karya tulis kami berikutnya.
Terima
kasih.
Bandung,
Februari 2018
DAFTAR ISI
Kata pengantar....................................................................... I
Daftar isi................................................................................. II
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................... 1
1.
Latar belakang.................................................................... 1
2.
Tujuan pemilihan judul dan penyusunan karya tulis...................... 1
3.
Rumusan masalah................................................................ 2
BAB 2 ISI................................................................................ 3
1.
Landasan teori.................................................................... 3
2.
Pemecahan masalah.............................................................. 4
BAB 3 PENUTUP................................................................... 5
1.
Kesimpulan........................................................................ 5
2.
Saran................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA............................................................. 6
BIOGRAFI
PENYUSUN………………………………………..7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada zaman
sekarang ini, keadaan masyarakat Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan mengalami penurunan dalam berkarakter
utamanya karakter yang baik. Lunturnya nilai-nilai moral pada masyarakat atau
yang lebih fenomenal sekarang ini ialah pada generasi Indonesia untuk masa yang
akan datang.
Karakter
yang baik perlu diterapkan pada usia dini agar lebih terbiasa memiliki karakter
yang baik dan terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merugikan dirinya
sendiri dan masa depannya. Seperti contoh siswa yang tidak memiliki karakter
yang baik,kita ambil dari peristiwa mengharukan yaitu seorang siswa yang
menganiaya gurunya hingga meninggal, melukai temannya, hingga berani membunuh
ibunya , menyontek pada saat ujian, dan lain-lain.
1.2 Tujuan pemilihan judul dan
penyusunan karya tulis
1.2.1
Tujuan
pemilihan judul
Kami memilih
judul tentang pendidikan karakter yang baik karena memang sedang fenomenal
dalam dunia pendidikan dan pada zaman sekarang ini banyak siswa yang kurang
memiliki karakter baik, bahkan bisa dikatakan tidak mempunyai karakter yang
baik.
1.2.2
Tujuan
penyusunan karya tulis
Agar dapat
memahami pendidikan karakter yang baik, mengetahui bagaimana membentuk karakter
yang baik, dan apa saja faktor-faktor pendukung pembentukan karakter yang baik.
Sehingga masyarakat Indonesia memiliki karakter yang baik dan berjiwa
nasionalisme, selain itu pendidikan karakter dapat di dirapkan baik di
lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
1.3 Rumusan masalah
1. Bagaimana
membentuk sikap karakter yang baik?
2. Bagaimana
faktor-faktor pendukung pembentukan karakter yang baik?
BAB II
ISI
2.1
Landasan
Teori
Pendidikan
sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara
otodidak. [1]Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari
bahasa latin yaitu ducare,berarti “Menuntun,mengarahkan,atau memimpin” dan
awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti
kegiatan “Menuntun ke luar”. Setiap pengalaman memiliki efek formatif pada cara
orang berfikir,merasa,atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan
umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah,sekolah dasar,sekolah menengah
dan kemudian perguruan tinggi,universitas atau magang.’[Bersumber dari
Pendidikan-Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas atau https://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan]
1. Menurut
Prof.Dr.John Dewey, pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena
kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan
batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses
penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan
seseorang melalui pendidikan.
2. Menurut
Diyarkarya, Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia
muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. (www.kumpulandefinisi.com>2015/10)
3. Menurut
Ki Hajar Dewantara, yang lebih akrab dijuluki sebagai Bapak
Pendidikan Indonesia, mengemukakan bahwa pengertian pendidikan adalah tuntunan
tumbuh dan berkembangnya anak. Artinya, pendidikan merupakan upaya untuk
menuntun kekuatan kodrat pada diri setiap anak agar mereka mampu tumbuh dan
berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat yang bisa mencapai
keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.(www.pelangiblog.com/2016/07/pengertian-dan-definisi-pendidikan.html)
Sedangkan
pengertian karakter menurut para
ahli :
1. Menurut
Gulo W (1982:126)
Karakter adalah
kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran
seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relative tetap.
2. Menurut
Kamisa (1997:281)
Karakter adalah
sifat-sifat kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari
yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian.
3. Menurut
Simon Philips
Karakter ialah
kumpulan tata nilai menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap,
dan perilaku yang ditampilkan.
4. Menurut
Alwisol
Karakter ialah
penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai
(benar-salah, baik-buruk) secara implisit atau eksplisit. Karakter berbeda
dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai-nilai.
Pendidikan
karakter adalah penuntunan/pengajaran dalam sifat, tingkah laku, atau watak
seseorang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
2.2
Pemecahan
masalah
2.2.1
Pembentukan
sikap karakter yang baik
‘Pembentukan kepribadian seseorang
berlangsung pada suatu proses yang disebut sosialisasi, yaitu suatu proses
dengan mana seseorang menghayati (mendarah dagingkan-internalize) norma-norma
kelompok di mana ia hidup sehingga muncullah dirinya yang “unik”{Horton,1993}’. Karakter
dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang baik dan juga dibentuk oleh lingkungan
dan pendidikan yang kita kenyam. Cara membentuk karakter yang baik adalah
peningkatan pada diri setiap pengusaha yang ingin menjadi orang yang baik
dengan karakter yang baik. Hal tersebut akan mendukung pada perjalanan bisnis,
karena dengan karakter yang baik, kita akan terbebas dari perbuatan yang salah
yang harus dihindari. Diantara yang bisa membentuk karakter yang baik adalah :
1. Bergaul dengan lingkungan
atau orang yang baik,
Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik begitu
pula pergaulan yang baik. Lingkungan yang baik akan membuat seseorang mengikuti
lingkugan tersebut, bagaimana jika tidak berada pada lingkungan yang baik,
jalan yang terbaik adalah cari lingkungan yang baik atau banyak-banyaklah
bersilaturahmi dengan teman-teman yang baik.
2. Keyakinan yang benar,
Keyakinan yang benar tentunya akan memperbaiki karakter kita
dengan benar, karena kita akan melakukan hal-hal yang benar dan berkualitas.
Begitu pula jika mendapatkan kepercayaan atau keyakinan yang salah, maka itu
akan menggerogoti karakter diri seseorang.
3. Pendidikan dan wawasan,
Pendidikan yang baik dan wawasan yang luas akan menjadikan
seseorang mempunyai karakter yang baik, karena dengan pendidikan yang baik akan
membentuk kepribadian yang baik pula dan wawasan yang luas akan membuka
cakrawala untuk melihat dan menyaring semua yang akan didapatkan dan dilakukan.
4. Motivasi hidup,
Motivasi yang ada pada diri kita ataupun dari orang lain akan
mengajarkan pada karakter yang benar dan menjadikan kita mempunyai semangat
optimis. Sehingga tidak mudah terpengaruh dan bisa menjadi benteng yang kuat
untuk mempertahankan kehidupan dari berbagai corak kehidupan dunia.
5. Kebiasaan-kebiasaan yang
baik,
untuk membentuk karakter yang baik, sebaiknya seseorang
selalu membiasakan mengerjakan kebiasaan yang baik. Lakukanlah kebiasaan yang
baik itu secara konsisten. Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter kita
menjadi baik, oleh karena itu biasakan melakukan hal-hal yang baik walaupun itu
kecil. Lakukan dan jangan malu-malu, karena kebaikan yang dilakukan itu untuk
kita bukan untuk orang lain, begitupun keburukan yang dikerjakan akan berdampak
pada diri sendiri. Biasakanlah sopan dan ramah kepada orang lain, membantu
orang lain dan kebaikan-kebaikan yang lain.
6. Kenalilah Diri Sendiri
Mengenal diri sendiri diperlukan dalam rangka untuk menjadi
lebih baik lagi, dengan mengenal diri sendiri kita akan bisa mengetahui
kekurangan dan kelebihan. Tingkatkan terus kelebihan yang ada pada diri dan
berusahalah untuk menutupi kekurangan dengan terus memperbaiki diri.
7. Pengendalian Diri
Pengendalian diri harus dibiasakan, jika terjadi sesuatu
apapun itu, yang baik dan yang buruk harus tetap dapat mengendalikan diri. Jika
itu baik harus bisa bersyukur dan jika itu buruk maka kita harus bisa bersabar
dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
8. Tempatkanlah malu pada
tempatnya
Jangan salah kaprah dengan yang namanya malu, jangan malu
melakukan kebaikan dan jangan malu untuk berbuat yang positif untuk anda.
Jangan dibalik ketika mengerjakan keburukan kita tidak merasa malu sedangkan
jika melakukan kebaikan kita merasa malu. Kebaikan yang dilakukan adalah hal
yang terpuji dan tentunya hal tersebut adalah hal yang positif untuk diri kita,
begitupun keburukan adalah hal yang tercela yang dibenci banyak orang.
9. Suka membantu orang lain dan
berbuat baik
Berbuat baiklah sebanyak mungkin agar hidup menjadi indah,
berbuat baik dan membantu orang lain akan membuat hati menjadi lunak dan baik,
sehingga akan membuat karakter menjadi lebih baik lagi. Karena kebaikan yang
sering dilakukan akan membuat hati menjadi baik dan hal tersebut akan
menjadikan karakter yang baik pula dalam diri seseorang.
10. Menghargai perbedaan
Setiap orang dan setiap kepala pasti
mempunyai perbedaan, oleh karena itu hargailah perbedaan yang terjadi pada diri
masing-masing. Tidak mungkin bisa seorangpun yang menyamakan perbedaan, yang
harus dilakukan adalah tidak menyalahkan, tidak menuduh dan tidak menghujat
orang lain. Perbedaan itu untuk saling melengkapi pergaulan manusia bukan untuk
memecah belah persatuan. (https://www.kompasiana.com/mujaini/cara-membentuk-karakter-yang-baik_59c9b05ada14f9784c01cb02)
2.2.2
Faktor –
faktor pendukung pembentukan karakter yang baik
1) Pembawaan/hereditas
Pembawaan atau hereditas adalah
sifat-sifat kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia sejak masih dalam
kandungan sampai lahir. Pembawaan ini hanya merupakan potensi-potensi.
Berkembang atau tidaknya suatu potensi yang ada pada seorang anak sangat
tergantung kepada faktor-faktor lain.
2) Kepribadian
Perkembangan akhlak pada seseorang
sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya, terutama pada
masa-masa pertumbuhan yang pertama. Kemampuan seseorang dalam memahami
masalah-masalah agama atau ajaran-ajaran agama, hal ini sangat dipengaruhi oleh
intelejensi pada orang itu sendiri dalam memahami ajaran-jaran islam.
3) Keluarga
Keadaan keluarga atau rumah tangga ialah
keadaan atau aktivitas sehari-hari di dalam keluarga, seperti sikap orang tua
kepada anak-anaknya, sikap ayah kepada ibu, sikap ibu kepada ayah, serta sikap
orang tua kepada tetangga. Sikap orang tua
sangat mempengaruhi tingkah laku anak, karena perkembangan sikap sosial
anak dimulai di dalam keluarga. Orang tua yang penyayang, lemah lembut, adil
dan bijaksana, akan menumbuhkan sikap sosial yang menyenangkan pada anak.
Karena anak merasa diterima dan disayangi oleh orang tuanya, maka akan tumbuh
rasa percaya diri pada anak sehingga terbentuk pribadi yang menyenangkan dan
suka bergaul.
4) Guru/pendidik
Pendidik adalah salah satu faktor
pendidikan yang sangat penting, karena pendidik merupakan orang yang akan
bertanggung jawab dalam pembentukan pribadi peserta didik selama berada di
lingkungan sekolah. Guru harus mampu menunjukkan akhlakul karimah dalam
kehidupan sehari-hari, karena peran dan pengaruh seorang pendidik terhadap
peserta didik sangat kuat.
5) Lingkungan
Salah satu faktor yang turut memberikan
pengaruh dalam terbentuknya sikap seseorang adalah lingkungan di mana orang
tersebut berada. Lingkugan ialah suatu yang melingkupi tubuh yang hidup, seperti
tanah dan udara, sedangkan lingkugan manusia ialah apa yang mengelilinginnya,
seperti negeri, lautan, udara, dan masyarakat. Lingkugan ada dua jenis, yaitu
lingkungan alam dan lingkungan pergaulan.
Lingkungan pergaulan adalah faktor yang
sangat penting dalam pendidikan akhlak. Sebaik apapun pembawaan, kepribadian,
keluarga, pendidikan yang ditempuh, tanpa didukung oleh lingkungan yang
kondusif, maka akhlak yang baik tidak akan terbentuk. (http://wawasanpengajaran.blogspot.co.id/2015/01/faktor-pendukung-dan-penghambat-proses.html)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan karakter yang baik
adalah penuntunan/pengajaran dalam sifat, tingkah laku, atau watak seseorang
dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Dengan memberi pengarahan kepada hal
yang baik. Juga dipengaruhi oleh faktor pendukung pembentukannya seperti
Hereditas/pembawaan, kepribadian, keluarga, guru/pendidik, dan lingkungan.
3.2 Saran
Kita harus menanamkan pendidikan karakter
yang baik kepada anak sejak usia dini agar terbiasa dengan karakter yang baik. Untuk
lebih meningkatkan kualitas hidup di masa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
’[Bersumber dari
Pendidikan-Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas atau https://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan]
. (www.kumpulandefinisi.com>2015/10)
(
https://pengertiandefinisi.com > Pengertian karakter menurut para ahli)
BIOGRAFI PENYUSUN
Tempat
tanggal lahir : Bandung, 25 November 2000
Alamat
: Kp. Babakan Cikalong RT 02/03 Ds. Cikalong Kec. Cimaung Kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
: IX B
“Masalah
yang kamu hadapi bukan untuk menjatuhkanmu,tetapi agar kau bisa berfikir lebih
dewasa di hari ini,kemarin, dan sebelumnya”
Nama
: Chintia Dwi Anggraeni
Tempat
tanggal lahir : Bandung, 16 Januari 2002
Alamat
: Kp.Pangkalan RT 02/08 Ds. Cipinang Kec. Cimaung Kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
:IX B
“Tiada
seseorangpun yang dapat merubah diri seseorang, tetapi seseorang bisa menjadi
suatu alasan seseorang untuk berubah”
Tempat
tanggal lahir : Bandung, 24 Desember 2002
Alamat
: Kp.Cipinang RT 02/12 Ds. Cipinang Kec. Cimaung Kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
: IX B
“ketika
kamu berhenti mengejar apa yang kamu inginkan, maka Tuhan akan mempertemukan
dengan apa yang baik untuk mu”
Tempat
tanggal lahir : Bandung, 10 April 2002
Alamat
: Kp.Mande RT 01/04 Ds. Cipinang Kec.
Cimaung Kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
: IX B
“Seseorang
yang meninggalkan pekerjaannya memanglah sampah, tetapi seseorang yang
meninggalkan ibadah sholat demi pekerjaannya itu lebih buruk daripada sampah”
Nama
: Sugih Bachtiar
Tempat
tanggal lahir : bandung, 05 juni 2003
Alamat
: Kp. Jagabaya Kidul RT 01/08 Ds. Jagabaya Kec. Cimaung Kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
: IX B
“Jangan
ragu tuk mencoba, jangan takut akan kegagalan adalah hal yang membuat mimpi
tidak akan bisa terwujud”
Nama
: Wanda Nusaibah Febrianti
Tempat
tanggal lahir : Bandung, 22 Februari 2003
Alamat
: Kp. Talun RT 01/02 ds. Mekarsari kec. Cimaung kab. Bandung
Sekolah
: SMP PLUS AL-KAUTSAR
Kelas
: IX B
“Jangan
jadikan masa lalu mu yang suram sebagai alasan mengapa kamu berubah menjadi
lebih buruk hari ini, tapi jadikanlah ia pelajaran untuk kamu berubah menjadi
lebih baik di hari esok, lusa, dan seterusnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar