Selasa, 13 Maret 2018

Karya Tulis B.Indonesia (Tahap 1)


                MAKALAH                                    

Tentang “PENDIDIKAN KARAKTER YANG BAIK”

Di susun untuk memenuhi salah satu tugas B.Indonesia


Oleh :

·         Amelia Fitri Sondari
 
·         Chintia Dwi Anggraeni
 
·         Deva Resna
 
·         Ihsan Kamil
 
·         Sugih Bachtiar
 
·         Wanda Nusaibah Febrianti

 

 

SMP PLUS AL-KAUTSAR

PESANTREN PERSATUAN ISLAM 181 CIMAUNG

-2018-

Kata pengantar

Bismillahirrahmanirrahim,

        Puji serta syukur kita kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan karunia-Nya kita dapat menyusun karya tulis ini hingga sedemikian rupa. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja sama semaksimal mungkin untuk memenuhi tugas tersebut. Tidak lupa pula berterima kasih kepada guru pembimbing yaitu guru mata pelajaran yang telah bersedia untuk membimbing dalam proses penyusunan karya tulis.

       Sempat terjadi beberapa hambatan dalam penyusunan karya tulis kami tetapi Alhamdulillah kami dapat menyelesaikannya dengan mengikuti prosedur-prosedur dari guru pembimbing.

       Kami harap dapat memberi guna dan manfaatnya, khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca. Kami menyaddari bahwa karya tulis kami masih banyak kekurangan karena kami masih dalam proses pembelajaran. Untuk itu, kritik dan sarannya sangat kami perlukan untuk meningkatkan kualitas karya tulis kami berikutnya.

Terima kasih.

 

Bandung, Februari 2018

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

        Pada zaman sekarang ini, keadaan masyarakat Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan  mengalami penurunan dalam berkarakter utamanya karakter yang baik. Lunturnya nilai-nilai moral pada masyarakat atau yang lebih fenomenal sekarang ini ialah pada generasi Indonesia untuk masa yang akan datang.

 

        Karakter yang baik perlu di terapkan pada usia dini agar lebih terbiasa memiliki karakter yang baik dan terhindar dari hal-hal negative yang dapat merugikan dirinya sendiri dan masa depannya. Seperti contoh siswa yang tidak memiliki karakter yang baik,kita ambil dari peristiwa mengharukan yaitu seorang siswa yang menganiaya gurunya hingga meninggal, melukai temannya, hingga berani membunuh ibunya , menyontek pada saat ujian, dan lain-lain.

1.2  Tujuan pemilihan judul dan penyusunan karya tulis

1.2.1        Tujuan pemilihan judul

    Kami memilih judul tentang pendidikan karakter yang baik karena memang sedang fenomenal dalam dunia pendidikan dan pada zaman sekarang ini banyak siswa yang kurang dalam berkarakter baik, bahkan bisa di katakan tidak mempunyai karakter yang baik.

1.2.2        Tujuan penyusunan karya tulis

     Agar dapat memahami pendidikan karakter yang baik, mengetahui bagaimana membentuk karakter yang baik, dan apa saja faktor-faktor pendukung pembentukan karakter yang baik. Sehingga masyarakat Indonesia memiliki karakter yang baik dan berjiwa nasionalisme, selain itu pendidikan karakter dapat di dirapkan baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.

1.3  Rumusan masalah

1.      Bagaimana membentuk sikap karakter yang baik?

2.      Bagaimana faktor-faktor pendukung pembentukan karakter yang baik?

 

BAB II

ISI

2.1    Kajian ilmiah

          Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. [1]Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu ducare,berarti “Menuntun,mengarahkan,atau memimpin” dan awalan e, berarti “Keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “Menuntun ke luar”. Setiap pengalaman memiliki efek formatif pada cara orang berfikir,merasa,atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah,sekolah dasar,sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi,universitas atau magang.’[Bersumber dari Pendidikan-Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas atau https://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan]

1.      Menurut Prof.Dr.John Dewey,pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa di batasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.

2.      Menurut Diyarkarya, Pendidikan di artikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. (www.kumpulandefinisi.com>2015/10)

3.      Menurut Ki Hajar Dewantara,  yang lebih akrab dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, mengemukakan bahwa pengertian pendidikan adalah tuntunan tumbuh dan berkembangnya anak. Artinya, pendidikan merupakan upaya untuk menuntun kekuatan kodrat pada diri setiap anak agar mereka mampu tumbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat yang bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.(www.pelangiblog.com/2016/07/pengertian-dan-definisi-pendidikan.html)

 

Sedangkan pengertian karakter menurut para ahli :

1.      Menurut Gulo W (1982:126)

      Karakter adalah kepribadian di tinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relative tetap.

2.      Menurut Kamisa (1997:281)

      Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak,  mempunyai kepribadian.

3.      Menurut Simon Philips

      Karakter ialah kumpulan tata nilai menuju pada suatu system, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang di tampilkan.

4.      Menurut Alwisol

      Karakter ialah penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar-salah,baik-buruk) secara implisit atau eksplisit. Karakter berbeda dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai-nilai.

( https://pengertiandefinisi.com > Pengertian karakter menurut para ahli)

 

Pendidikan karakter adalah penuntunan/pengajaran dalam sifat,tingkah laku,atau watak seseorang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

2.2    Pemecahan masalah

2.2.1        Pembentukan sikap karakter yang baik

Pembentukan kepribadian seseorang berlangsung pada suatu proses yang di sebut sosialisasi,yaitu suatu proses dengan mana seseorang menghayati (mendarah dagingkan-internalize)norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga muncullah dirinya yang “unik”{Horton,1993}. Karakter dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang baik dan juga dibentuk oleh lingkungan dan pendidikan yang kita kenyam. Cara membentuk karakter yang baik adalah peningkatan pada diri setiap pengusaha yang ingin menjadi orang yang baik dengan karakter yang baik. Hal tersebut akan mendukung pada perjalanan bisnis, karena dengan karakter yang baik, kita akan terbebas dari perbuatan yang salah yang harus dihindari. Diantara yang bisa membentuk karakter yang baik adalah :

1.      Bergaul dengan lingkungan atau orang yang baik,

Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik begitu pula pergaulan yang baik. Lingkungan yang baik akan membuat seseorang mengikuti lingkugan tersebut, bagaimana jika tidak berada pada lingkungan yang baik, jalan yang terbaik adalah cari lingkungan yang baik atau banyak-banyaklah bersilaturahmi dengan teman-teman yang baik.

2.      Keyakinan yang benar,

Keyakinan yang benar tentunya akan memperbaiki karakter kita dengan benar, karena kita akan melakukan hal-hal yang benar dan berkualitas. Begitu pula jika mendapatkan kepercayaan atau keyakinan yang salah, maka itu akan menggerogoti karakter diri seseorang.

3.      Pendidikan dan wawasan,

Pendidikan yang baik dan wawasan yang luas akan menjadikan seseorang mempunyai karakter yang baik, karena dengan pendidikan yang baik akan membentuk kepribadian yang baik pula dan wawasan yang luas akan membuka cakrawala untuk melihat dan menyaring semua yang akan didapatkan dan dilakukan.

4.      Motivasi hidup,

Motivasi yang ada pada diri kita ataupun dari orang lain akan mengajarkan pada karakter yang benar dan menjadikan kita mempunyai semangat optimis. Sehingga tidak mudah terpengaruh dan bisa menjadi benteng yang kuat untuk mempertahankan kehidupan dari berbagai corak kehidupan dunia.

5.      Kebiasaan-kebiasaan yang baik,

untuk membentuk karakter yang baik, sebaiknya seseorang selalu membiasakan mengerjakan kebiasaan yang baik. Lakukanlah kebiasaan yang baik itu secara konsisten. Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter kita menjadi baik, oleh karena itu biasakan melakukan hal-hal yang baik walaupun itu kecil. Lakukan dan jangan malu-malu, karena kebaikan yang dilakukan itu untuk kita bukan untuk orang lain, begitupun keburukan yang dikerjakan akan berdampak pada diri sendiri. Biasakanlah sopan dan ramah kepada orang lain, membantu orang lain dan kebaikan-kebaian yang lain.

6.      Kenalilah Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri diperlukan dalam rangka untuk menjadi lebih baik lagi, dengan mengenal diri sendiri kita akan bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan. Tingkatkan terus kelebihan yang ada pada diri dan berusahalah untuk menutupi kekurangan dengan terus memperbaiki diri.

7.      Pengendalian Diri

Pengendalian diri harus dibiasakan, jika terjadi sesuatu apapun itu, yang baik dan yang buruk harus tetap dapat mengendalikan diri. Jika itu baik harus bisa bersyukur dan jika itu buruk maka kita harus bisa bersabar dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

8.      Tempatkanlah malu pada tempatnya

Jangan salah kaprah dengan yang namanya malu, jangan malu melakukan kebaikan dan jangan malu untuk berbuat yang positif untuk anda. Jangan dibalik ketika mengerjakan keburukan kita tidak merasa malu sedangkan jika melakukan kebaikan kita merasa malu. Kebaikan yang dilakukan adalah hal yang terpuji dan tentunya hal tersebut adalah hal yang positif untuk diri kita, begitupun keburukan adalah hal yang tercela yang dibenci banyak orang.

9.      Suka membantu orang lain dan berbuat baik

Berbuat baiklah sebanyak mungkin agar hidup menjadi indah, berbuat baik dan membantu orang lain akan membuat hati menjadi lunak dan baik, sehingga akan membuat karakter menjadi lebih baik lagi. Karena kebaikan yang sering dilakukan akan membuat hati menjadi baik dan hal tersebut akan menjadikan karakter yang baik pula dalam diri seseorang.

10.  Menghargai perbedaan

Setiap orang dan setiap kepala pasti mempunyai perbedaan, oleh karena itu hargailah perbedaan yang terjadi pada diri masing-masing. Tidak mungkin bisa seorangpun yang menyamakan perbedaan, yang harus dilakukan adalah tidak menyalahkan, tidak menuduh dan tidak menghujat orang lain. perbedaan itu untuk saling melengkapi pergaulan manusia bukan untuk memecah belah persatuan. (https://www.kompasiana.com/mujaini/cara-membentuk-karakter-yang-baik_59c9b05ada14f9784c01cb02)

2.2.2        Faktor – faktor pendukung pembentukan karakter yang baik

1) Pembawaan/hereditas

Pembawaan atau hereditas adalah sifat-sifat kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Pembawaan ini hanya merupakan potensi-potensi. Berkembang atau tidaknya suatu potensi yang ada pada seorang anak sangat tergantung kepada faktor-faktor lain.

2) Kepribadian

Perkembangan akhlak pada seseorang sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya, terutama pada masa-masa pertumbuhan yang pertama. Kemampuan seseorang dalam memahami masalah-masalah agama atau ajaran-ajaran agama, hal ini sangat dipengaruhi oleh intelejensi pada orang itu sendiri dalam memahami ajaran-jaran islam.

3) Keluarga

Keadaan keluarga atau rumah tangga ialah keadaan atau aktivitas sehari-hari di dalam keluarga, seperti sikap orang tua kepada anak-anaknya, sikap ayah kepada ibu, sikap ibu kepadaayah, serta sikap orang tua kepada tetangga. Sikap orang tua  sangat mempengaruhi tingkah laku anak, karena perkembangan sikap sosial anak dimulai di dalam keluarga. Orang tua yang

penyayang, lemah lembut, adil dan bijaksana, akan menumbuhkan sikap sosial yang menyenangkan pada anak. Karena anak merasa diterima dan disayangi oleh orang tuanya, maka akan tumbuh rasa percaya diri pada anak sehingga terbentuk pribadi yang menyenangkan dan suka bergaul.

4) Guru/pendidik

Pendidik adalah salah satu faktor pendidikan yang sangat penting, karena pendidik merupakan orang yang akan bertanggung jawab dalam pembentukan pribadi peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru harus mampu menunjukkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, karena peran dan pengaruh seorang pendidik terhadap peserta didik sangat kuat.

5) Lingkungan

Salah satu faktor yang turut memberikan pengaruh dalam terbentuknya sikap seseorang adalah lingkungan di mana orang tersebut berada. Lingkugan ialah suatu yang melingkupi tubuh yang hidup, seperti tanah dan udara, sedangkan lingkugan manusia ialah apa yang mengelilinginnya, seperti negeri, lautan, udara, dan masyarakat.131 Lingkugan ada dua jenis, yaitu lingkungan alam dan lingkungan pergaulan.

Lingkungan pergaulan adalah faktor yang sangat penting dalam pendidikan akhlak. Sebaik apapun pembawaan, kepribadian, keluarga, pendidikan yang ditempuh, tanpa didukung oleh lingkungan yang kondusif, maka akhlak yang baik tidak akan terbentuk. (http://wawasanpengajaran.blogspot.co.id/2015/01/faktor-pendukung-dan-penghambat-proses.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karya tulis B.Indonesia (Sempurna)

MAKALAH Tentang “PENDIDIKAN KARAKTER YANG BAIK” Di susun untuk memenuhi salah satu tugas B.Indonesia Oleh : ·          Amel...